Jakarta (KABARIN) - Sir Craig Reedie, mantan Presiden Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) yang dikenal sebagai tokoh penting di balik masuknya cabang olahraga bulu tangkis ke program Olimpiade, meninggal dunia pada usia 84 tahun, Selasa.
BWF dalam pernyataan resminya menyampaikan duka mendalam atas kepergian Reedie yang juga menjabat sebagai Wakil Presiden Kehormatan Seumur Hidup BWF dan dikenang sebagai figur berpengaruh dalam tata kelola olahraga dunia, termasuk melalui perannya di Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan Badan Anti-Doping Dunia (WADA).
“Sir Craig adalah sosok yang membuka pintu Olimpiade untuk bulu tangkis. Saat menjabat Presiden IBF (sekarang BWF), ia memperjuangkan agar bulu tangkis masuk program Olimpiade dan hal itu terwujud pada Olimpiade Barcelona 1992,” kata Presiden BWF Khunying Patama Leeswadtrakul.
Ia menambahkan, kontribusi Reedie tidak berhenti setelah masa jabatannya berakhir, karena ia tetap menjadi sosok yang aktif memberikan pandangan dan dukungan bagi perkembangan bulu tangkis di level internasional.
“Setiap pemain bulu tangkis yang pernah tampil di Olimpiade memiliki jejak kontribusi Sir Craig di dalamnya. Ia juga selalu siap memberikan nasihat dan dukungan bagi olahraga ini,” ujarnya.
Sebelum menjadi administrator olahraga, Reedie merupakan atlet bulu tangkis yang pernah mewakili Skotlandia dan Britania Raya dalam berbagai kompetisi internasional. Setelah pensiun sebagai atlet, ia aktif dalam kepengurusan federasi bulu tangkis Skotlandia dan berperan dalam penyelenggaraan sejumlah turnamen internasional yang membantu meningkatkan profil bulu tangkis.
Pada 1981, Reedie menjadi presiden termuda International Badminton Federation (IBF) pada usia 40 tahun. Selama masa kepemimpinannya, ia berhasil menjaga stabilitas organisasi serta berperan dalam proses pengakuan bulu tangkis sebagai cabang olahraga Olimpiade yang disahkan IOC pada 1985.
Ia juga tercatat melakukan pendekatan langsung kepada Presiden IOC saat itu Juan Antonio Samaranch dengan mengundangnya menghadiri final Kejuaraan Dunia IBF 1983, yang kemudian menjadi salah satu momentum penting menuju debut bulu tangkis pada Olimpiade Barcelona 1992.
Selain itu, Reedie juga berperan dalam mendorong era profesional bulu tangkis dengan memperbolehkan atlet menerima hadiah uang serta memperkenalkan rangkaian turnamen World Grand Prix yang menjadi cikal bakal BWF World Tour saat ini.
Setelah menjadi anggota IOC pada 1994, Reedie terus berkontribusi dalam Gerakan Olimpiade, termasuk menjadi direktur panitia penyelenggara Olimpiade dan Paralimpiade London 2012 pada periode 2005 hingga 2012.
Presiden IOC Kirsty Coventry menyebut Reedie sebagai sosok yang mendedikasikan hidupnya bagi kemajuan olahraga dan nilai-nilai Olimpiade.
“Kontribusinya terhadap Olimpiade, sportivitas, dan pengembangan atlet di seluruh dunia akan terus dikenang,” kata Coventry.
Hal senada disampaikan Presiden World Athletics Sebastian Coe yang menyebut Reedie sebagai mentor sekaligus penasihat yang memiliki pengalaman luas dalam dunia Olimpiade.
BWF menyatakan warisan Reedie akan terus hidup melalui perjalanan bulu tangkis di Olimpiade serta nilai integritas dan profesionalisme yang ia tanamkan dalam olahraga dunia.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026